ASPIRASI, Politik - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan, koalisi partai politik dengan Golkar harus dilakukan sebelum pemilihan umum Presiden dan harus permanen.

Hal ini ditegaskan Aburizal Bakrie ketika berbicara di Forum USINDO (The United States - Indonesia Society) di Cosmos Club, Washington, Amerika Serikat, Rabu (7/12/2012) siang waktu setempat atau Kamis (8/12/2012) dinihari WIB. Cosmos Club adalah klub eksekutif kaum elit Washington yang sudah berusia lebih 100 tahun.

Hadir sejumlah mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, antara lain John Cameron Monjo, Stapelton A Roy dan Paul Wolfowitz). Juga Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal dan Anindya N Bakrie (putra Aburizal Bakrie).

Pidato Aburizal Bakrie di Cosmos Club mendapat sambutan meriah. Mereka yang hadir ingin mendengarkan pandangan pimpinan Partai Golkar itu.

Aburizal Bakrie optimistis Partai Golkar akan memperoleh 30-35 persen suara dalam pemilihan presiden 2014. Keyakinan ini karena melihat tidak banyak parpol yang memiliki kader hingga tingkat desa.

Di depan sekitar 100 undangan yang memenuhi Cosmos Club Washington, Aburizal menyampaikan pandangannya menyambut masa depan pasca kepemimpinan Presiden SB Yudhoyono. “Ini isu menarik, tidak hanya di Jakarta, namun juga di Washington DC,” katanya.

Dengan bercanda, Aburizal Bakrie yang kerap dipanggil Ical, mengatakan meskipun ia pengusaha, namun ia datang ke Washington bukan untuk membantu Donald Trump mendukung kampanye Gingrich. “Alasan saya datang ke sini untuk memastikan apakah Dubes Indonesia Dino Patti Djalal bekerja dengan benar, menjaga kepentingan Indonesia,” katanya.

Aburizal Bakrie mengemukakan, saat ini Indonesia merupakan negara demokrasi yang membanggakan, ketiga terbesar di dunia. “Kami menunjukkan kepada dunia bahwa Islam juga kompatibel dengan demokrasi dan modernisasi. Partai-partai Islam memainkan peranan memperbarui komitmen pada keadilan sosial. Parpol-parpol ini memiliki kontribusi pada usaha menghentikan terorisme dan meminimalisasi dampak fanatisme agama,” paparnya.

Pertumbuhan ekonomi

Bakrie mengungkapkan pula berbagai daerah di Indonesia berkembang pesat. Desentralisasi kekuasaan menghasilkan revolusi diam: gubernur, walikota, dan anggota DPRD yang dipilih langsung, kini memainkan peranan penting mempertajam kebijakan dan memberi pelayanan bagi masyarakat seluruh Indonesia.

Kepemimpinan lokal yang berhasil di berbagai daerah merupakan salah satu faktor kunci yang menjelaskan bagaimana angka pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah di luar Jawa lebih tinggi dibandingkan daerah di Pulau Jawa.

“Dalam tahun-tahun mendatang, ini akan menghasilkan tranformasi besar di mana mesin pertumbuhan dan kemajuan tidak lagi di Jakarta, Surabaya, dan Bandung, tetap juga di Balikpapan, Palembang, Makassar, dan Jayapura. Indonesia akan menjadi negara kuat,” urai Aburizal, seperti dlaporkan wartawan Kompas Robert Adhi Ksp dari Washington.

Tren progresif di daerah juga merupakan alasan mengapa ketika kami melakukan transformasi politik, ekonomi nasional tumbuh secara kuat dan menakjubkan, di atas 6 persen per tahun, menyusul negara lain seperti China, India, Cile, dan Brazil.

Dalam satu dekade, jika tren ini berlanjut, Indonesia akan memiliki jumlah kelas menengah lebih banyak, yang tersebar di berbagai lokasi. Ini akan membantu memperkuat pilar demokrasi.

Namun Bakrie juga mengungkapkan, Indonesia menghadapi banyak persoalan, salah satunya infrastruktur. Bukan hanya jalan, tapi juga fasilitas publik lainnya, kurang dibangun. Akibatnya, tahun ini saja, lebih dari 25 miliar dollar AS dihabiskan untuk bahan bakar dan subsidi tak tepat sasaran.

“Jika Indonesia dapat memecahkan problem subsidi dan infrastruktur, berhasil menekan angka kemiskinan, juga menciptakan lingkungan bisnis yang sehat bagi jutaan usaha kecil, saya yakin Indonesia akan berlari lebih cepat, dengan pertumbuhan ekonomi 8-9 persen per tahun, bahkan lebih baik,” kata Ical.

Pencalonan

Soal kemungkinannya maju menjadi calon Presiden, Aburizal menegaskan sekali lagi bahwa ia harus mendapatkan izin dari keluarganya, dari istri dan ibundanya, juga dari anak-anaknya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo Sambuaga menyatakan suara yang mendukung Aburizal Bakrie menjadi calon Presiden sudah 100 persen.