Beragam Potensi Wisata Alam Hingga Sejarah, Akses Jalan Desa Ponjen-Karangjambu Harus Diperbaiki

Salah satu obyek wisata desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga


Aspirasi, Purbalingga – Memiliki bentangan alam yang mempesona hingga situs sejarah, Desa Ponjen Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga menyimpan beragam potensi wisata. Mulai dari Bukit Blawong, Situs Tipar, Candi Wurung, Situs Batu Kenteng, hingga berbagai macam potensi alam lainnya.

Kepala Desa Ponjen Romidi mengungkapkan, di era saat ini wisata alam menjadi destinasi yang tepat karena minim polusi dan jauh dari hiruk pikuk manusia.

“Potensi wisata di Ponjen ini banyak. Nah, saat ini yang akan kami konsentrasikan utamanya ada spot wisata kuliner Medang Mangan Neng Kali yang berlokasi di puncak Bukit Blawong,” ungkapnya.

Menurut Romidi, wisata Bukit Blawong sudah dijalankan oleh masyarakat sejak 2 tahun yang lalu. Bukit Blawong menyajikan spot foto menarik hingga Camping Ground Family dengan area yang sejuk serta pemandangan sungai, tebing batu, dan hutan pinus yang dapat memanjakan mata.

“Sebenarnya sebelum pandemi masyarakat sudah antusias mengembangkan obyek wisata Bukit Blawong. Sehingga hari ini kami mensupport yang sudah diprakarsai oleh masyarakat,” ujar Romidi.

Kades Ponjen berharap, warga dan pemerintah desa maupun segenap pihak terkait bisa ikut memaksimalkan potensi wisata Desa Ponjen.

“Terkait potensi desa wisata semoga dapat dimaksimalkan, setidaknya keterlibatan warga masyarakat dapat meningkatkan pendapatan, menjadi sumber pendapatan asli desa dan mengurangi pengangguran. Sehingga Desa Ponjen bisa keluar dari zona kemiskinan,” harapnya.


 

Akses Jalan Ponjen – Karangjambu Harus Diperbaiki

Desa Ponjen menyimpan banyak potensi wisata. Namun jalan menuju obyek wisata masih tergolong sulit untuk dilalui. Pasalnya, kontur jalan masih berbatu hingga batuan rusak. Sarana prasarana infrastruktur jalan dari titik terakhir aspal dari Desa Ponjen menuju Desa Karangjambu belum terbangun karena milik pemerintah kabupaten.

“Mobil motor bisa melewati jalan. Tapi untuk mobil idealnya yang seperti jeep. Motor lambat si masih bisa. Kalau jalan itu sudah terbangun insya Allah potensi wisata bisa lebih dimaksimalkan,” tutur Kepala Desa Ponjen Romidi.



Menurut Romidi, pada tahun 2013 jalan Desa Ponjen ditembuskan ke Desa Karangjambu melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Namun karena sekitar 2 km jalan di ujung Desa Ponjen menuju Desa Karangjambu belum di aspal mengakibatkan warga 1 dukuh (73 kk) terisolir. Termasuk akses listrik juga belum masuk di jalan-jalan menuju pemukiman warga tersebut.

“Di salah satu titik wilayah itu, orangnya sudah ada yang pakai listrik. Tapi untuk tiang-tiang lampu yang pinggir jalan itu belum ada,” tambah Romidi.

Sehingga bulan ini warga desa Ponjen mulai memperbaiki jalan sendiri dari hasil swadaya masyarakat.

“Hari ini warga sedang mempersiapkan untuk pembetulan jalan menggunakan dana iuran warga. Jalan kabupaten untuk sementara ditangani dari hasil swadaya masyarakat Desa Ponjen di tahun 2022 bulan Maret,” jelas Romidi.

Kepala Desa Ponjen menegaskan, terdapat 2 alasan mengapa Kades bersama warga mendesak agar jalan desa Ponjen ke Karangjambu segera dilakukan perbaikan.

“Pertama, karena ada 2 wilayah dan disitu masyarakat bergantung aksesnya lewat jalan itu semua. Apakah untuk mata pencaharian, pertanian, ke pasar, ke kantor desa atau ke sekolah,” terang Romidi.

Ia juga menambahkan, alasan kedua terkait durasi waktu. Perpindahan jalan desa menjadi milik kabupaten sejak akhir 2013 hingga 2022 sudah hampir sembilan tahun. Sehingga menurut Romidi, banyak masyarakat yang memanfaatkan jalan tersebut harus menanggung biaya tambahan.

“Kalau disana ngga ada perkampungan, saya dan masyarakat juga mau dimulai dari manapun ngga masalah. Karena secara ekonomi biaya yang ditanggung masyarakat x hari x bulan x tahun itu berapa?,” tandas Kepala Desa Ponjen.

Mewaikili masyarakat Desa Ponjen Romidi berharap, Gubernur Jawa Tengah dapat segera mengalokasikan anggaran untuk jalan Desa Ponjen menuju desa Karangjambu serta menjadi usulan prioritasnya Daerah Kabupaten Purbalingga,” pungkasnya. *(ulf/iqbal)

0 Komentar