Meriah, Penyerahan Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional SMP N 1 Karangmoncol

Jajaran Guru SMP N 1 Karangmoncol saat menerima penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional sekaligus Launching Inovasi Gebyar Gerabah Murah



Aspirasi, Purbalingga - Bupati Purbalingga Dyah Ayu Hayuning Pratiwi (Tiwi) secara resmi memberikan piagam penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional kepada SMP Negeri 1 Karangmoncol. Satu penghargaan bergengsi di bidang lingkungan yang diselenggarakan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kab. Purbalingga. Acara ini dihadiri juga oleh DLH, Kadinas P dan K, Asisten 2, Forkompincam Karangmoncol, Komite sekolah serta tiga sekolah binaan. Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini sebenarnya sudah diberikan sejak Desember 2021. Tersebab suasana masih pandemi, pelaksanaan penyerahan piagam penghargaan yang harusnya dilaksanan di kementerian dialihkan secara virtual. Tersebab oleh lain hal pelaksanaan teknis penyerahan, baru terlaksana satu hari menjelang Ramadhan tepatnya hari Sabtu, 2 April 2022.

Pada kesempatan tersebut Bupati Tiwi mengucapkan selamat kepada pihak sekolah, “Selamat atas penghargaan yang diberikan kepada SMP Negeri 1 Karangmoncol atas prestasinya di bidang lingkungan dengan menanamkan karakter peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah,” ucapnya.

“Saya atas nama pemda Purbalingga juga mengucapkan terimakasih sudah turut serta mengibarkan nama baik Purbalingga di perhelatan bertaraf nasional seperi Sekolah Adiwiyata. Semoga ini bisa menginspirasi sekolah lainnya. Semakin banyak sekolah Adiwiyata. Semakin hijau lingkungan kita dan meningkatkan prestasi sekolah,” lanjutnya.

Dalam rangka sukses Adiwiyata mandiri, pada kesempatan kali ini bupati juga me-launching inovasi yang diinisiasi oleh sekolah yaitu “GEBYAR GERABAH MURAH” yang merupakan akronim dari Gerakan Makan Buah, Menyemai Sejuta Indah. 

“Inovasi diawali dengan gerakan buah bersama yang kemudian biji buah tersebut disemai pada media tanam yang telah dipersiapkan. Nanti ketika biji tersebut telah tumbuh, tanaman tersebut tidak hanya akan ditanam di lingkungan sekolah tapi juga akan disumbangkan kepada masyarakat. Benang merah yang bisa diambil dari inovasi adalah ini bahwa sekolah Adiwiyata tidak hanya dirasakan oleh warga sekolah saja tapi juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” terang kepala sekolah Hilal Sutarso.




Selesai penyerahan dan launching, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama di area lapangan upacara oleh bupati, dinas P dan K, DLH, Forkompincam dan kepala sekolah. Pohon ketapang biola menjadi pilihan karena selain bisa menjadi pohon perindang dan perimbun, ke depan daun-daun pohon ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang mendukung program Adiwiyata yaitu sebagai bahan pewarna alami dan bahan baku dalam pembuatan batik ecoprint yang merupakan salah satu inovasi unggulan pada Adiwiyata tingkat nasional kali ini.

 Acara dilanjutkan dengan menyaksikan pameran hasta karya siswa yang terintegrasi dengan mata pelajaran prakarya dan seni budaya, juga pameran inovasi produk Adiwiyata seperti batik ecoprint, tinta limbah teh, manisan kulit semangka, pepes ampas tahu bergizi (AMTAZI), Mikroorganik lokal (MOL) dari nasi basi, minuman daun mint dan minuman dari bawang dayak panen sendiri di sekolah. 

Dalam meraih gelar sekolah Adiwiyata tentu tidak dengan begitu saja. Diawali tahun 2018 mendapat peringkat ke-3 menyusul kemudian pada tahun 2019 dan 2021 sekolah yang terletak di Jl. Raya Karangmoncol ini menjadi satu-satunya sekolah yang mewakili Kabupaten Purbalingga meraih gelar sekolah Adiwiyata provinsi dan nasional. Berbagai upaya telah dilakukan dalam menciptakan lingkungan Adiwiyata. Dimulai dari penanaman karakter dengan pembiasaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (Gerakan PBLHS) untuk menumbuhkan sikap peduli dan ramah lingkungan hidup (PRLH) hingga pemenuhan semua kriteria sekolah Adiwiyata yang meliputi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan Gerakan PBLHS, Pelaksanan Gerakan PBLHS dan tahap pemantauan dan evaluasi Gerakan PBLHS.

Tahap perencanaan meliputi :

1. Menyusun rencana Gerakan PBLHS berdasarkan laporan EDS dan Hasil IPMLH

2. Menyusun rencana Gerakan PBLHS terintegrasi dalam Dokumen 1 KTSP 

3. Menyusun rencana Gerakan PBLHS terintegrasi dalam RPP

Pada tahap pelaksanaan meliputi :

1. Pembelajaran pada mata pelajaran, ektrakulikuler dan pembiasaan diri yang menintegrasikan penerapan PRLH di sekolah

2. Penerapan PRLH untuk masyarakat sekitar sekolah dan atau di daearah

3. Membentuk jejaring kerja dan komunikasi

4. Kampanye dan publikasi Gerakan PBLHS

5. Membentuk dan memberdayakan kader Adiwiyata

Pada tahap evaluasi meliputi :

1. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Gerakan PBLHS yang dilaksanakan minimal sekali setahun

2. Melibatkan kepala sekolah, dewan pendidik, komite sekolah, peserta didik dan masyarakat 


0 Komentar