Kegiatan Market Day Digelar Sebagai Wadah Pemasaran Aksi Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP N 1 Kemangkon

Siswa kelas VII SMP N 1 Kemangkon saat mengikuti Market Day di Indoor SMP Negeri 1 Kemangkon pada Sabtu, (01/10)



Purbalingga - Pelaksanaan Aksi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Indoor SMP Negeri 1 Kemangkon pada Sabtu, (01/10) berjalan meriah. Siswa kelas VII memasarkan produk makanan yang telah diproduksi sebagai salah satu hasil proyek dalam kegiatan market day yang digelar setiap hari Sabtu.

“Kebetulan untuk kegiatan proyeknya ‘kan di setiap minggu di Hari Sabtu dan dilaksanakan oleh kelas VII,” ungkap Priyo Patmono selaku guru pendamping.

Adapun produk makanan berupa cenil, pisang crispy, mendoan, jamu, dan kue, dibuat oleh siswa secara kolaboratif dengan pendampingan dari guru untuk memberi pengarahan dan membantu hal-hal secara teknis yang sekiranya membahayakan.




“(Itu) semua mereka yang buat, bapak dan ibu pendamping hanya memberi arahan dan membantu hal teknis seperti memasang kompor,” tambahnya.

Priyo juga menjelaskan, tahap pelaksanaan dimulai dengan pengenalan proyek kepada para siswa dengan diberikan penjelasan oleh guru pendamping, seperti menjelaskan secara teori, cara pembuatan serta pemanfaatan. Setelah itu siswa diberikan pelatihan oleh guru berupa cara memanfaatkan tema proyek tersebut.

“Di tahap pelaksanaan, siswa diperkenalkan. Kemudian nanti siswa diberikan pelatihan, artinya guru menjelaskan kemudian mendemonstrasikan bagaimana cara memanfaatkan tema proyeknya tersebut,” ungkapnya lagi.




Dalam akhir proyek, siswa mempraktekan ilmu yang sudah didapat dengan membuat sesuatu yang sama dengan apa yang telah diajarkan dan berhak memilih proyek apa yang ingin mereka kerjakan.

“Siswa mempraktekan ilmu yang sudah didapat dengan membuat hal yang sama yang diperoleh dalam pembelajaran, dibuat secara berkelompok dan memilih akan membuat apa. Siswa diberikan kemerdekaan untuk memilih,” jelas Priyo.

Pelaksanaan ini sesuai dengan proyek yang diambil pada kurikulum merdeka belajar sebagai perwujudan pelajar Indonesia yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Melihat dari banyaknya kekurangan pada proyek kali ini, Priyo berharap dalam proyek selanjutnya bisa meningkatkan koordinasi untuk mencari strategi agar tercipta proyek yang lebih baik, di mana siswa berhak mendapatkan tiga kali proyek berbeda dalam satu tahun.

0 Komentar