Mengambil Filosofi dari Ebeg, Siswi SMA Negeri 1 Bobotsari Berhasil Juarai Lomba Komik Digital Tingkat Nasional

 

Catthalya Putri Azalie Radhani, siswa kelas II IPA 4 SMA Negeri 1 Bobotsari setelah mendapat penghargaan dari pihak sekolah

Purbalingga - Catthalya Putri Azalie Radhani, siswa kelas II IPA 4 SMA Negeri 1 Bobotsari keluar sebagai juara dalam lomba komik pelajar SMA/SMK/MA tingkat Nasional. Lomba yang diadakan oleh Komunitas Turas Budaya Yogyakarta pada September-Oktober tahun 2022 ini diikuti oleh 114 pelajar SMA/SMK/MA dari berbagai provinsi di Indonesia.

Perjuangannya dalam meraih juara mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, ia mendapat pendampingan secara intensif dan langsung dari guru seni budaya selama kurang lebih dua bulan lamanya. “Lebih kurang dua bulan, pendampingan langsung dan intensif dari guru seni budaya,” tutur Joko Widodo.

Ia menambahkan, komik yang dihasilkan mengambil filosofi dari ebeg, yakni memiliki ajaran yang luhur, bukan hanya sekedar tontonan tetapi ada tuntunan. Seperti yang diwariskan oleh Sunan Kalijaga, di mana Sunan Kalijaga berusaha menjadikan manusia sebagai manusia.

“Memiliki ajaran yang luhur bukan hanya sekadar tontonan namun ada unsur tuntunan. Dikemas oleh kanjeng Sunan Kalijaga untuk menjadikan manusia sebagai manusia,” tambahnya.

Foto bersama Kepala Sekolah dan Kepala Perpustakaan SMA N 1 Bobotsari

Ketika wuru (kesurupan), penari ebeg akan kehilangan kendali, dan ketika menggunakan jaran (kuda) maka penari ebeg akan berjalan sesuai irama yang dimainkan. Kuda dalam hal ini diibaratkan sebagai ajaran islam, “ingsun Sejatining Ana ing Menungsa” yang mengandung makna ketauhidan, artinya ebeg bukan hanya sebuah tontonan tetapi terdapat kajian yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut yang nantinya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus melestarikan budaya lokal.

Jaran (kuda) diibaratkan sebagai ajaran yaitu Islam. "Ingsun Sejatining Ana Ing Menungsa". Mengandung makna ketauhidan yang luar biasa, jadi ebeg tidak hanya sekedar tontonan, tapi ada kajian yang terkandung di dalamnya, dan ini menjadi tanggung jawab generasi muda untuk melestarikan budaya lokal (ebeg),” jelasnya lagi.

Foto Bersama dengan guru seni budaya dan kepala sekolah

Dalam akhir perbincangan kami, Joko Widodo berharap agar prestasi ini akan berlanjut dan terus berkembang. Karena, dengan adanya komik digital diharapkan bisa meningkatkan daya literasi dan numerasi generasi millenial untuk dalam proses mewujudkan cita-citanya.

“Prestasi ini bisa terus berlanjut dan dikembangkan. Karena saya yakin melalui komik digital mampu meningkatkan daya literasi dan numerasi generasi millenial,” harapnya.

Pihak sekolah memberikan penghargaan berupa piagam penghargaan saat upacara bendera dilaksanakan serta memberikan pesan khusus kepada Catthalya agar bisa menjadi motivasi dalam mewujudkan cita-cita dan bisa dikembangkan dalam ranah yang lebih profesional. “Untuk Catthalya, setidaknya menjadi semangat dalam mewujudkan cita-cita, dan bisa dikembangkan lebih ke arah profesional,” tutupnya.



(FZ)

0 Komentar