Istana Klaim Sektor Pendidikan Tidak Terkena Pemangkasan Anggaran



Aspirasi News Jakarta
-Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi,mengungkapkan efisiensi di tingkat Kementerian dan Lembaga tidak berdampak ke sektor Pendidikan termasuk layanan Beasiswa KIP dan biaya operasional perguruan tinggi(17/02/2025) 

Menurutnya Presiden Prabowo sangat menaruh perhatian terhadap pendidikan sehingga layangan pendidikan tidak dikurangi
Hasan mengungkapkan pada tahun ini ada 10.000 Sekolah yang diperbaiki dari total sekolah 330.000 yang membutuhkan perbaikan. 
Selain itu program makan Sehat Bergizi yang diperuntukkan untuk anak-anak sekolah. 

Lebih lanjut Hasan menyampaikan"dalam efesiensi ini gaji pegawai dan layanan publik bukan termasuk item yang di efesiensikan termasuk dalam layanan layanan dalam soal pendidikan perbaikan ruang sekolah dan lainnya. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa efisiensi yang dilakukan di 2025 untuk menjadi acuan penyusunan kerangka anggaran di tahun 2026 demi efisiensi birokrasi yang lebih optimal. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan beasiswa-beasiswa pemerintah yang sedang berjalan tidak akan terdampak pemangkasan anggaran yang sedang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Diketahui, berdasarkan Instruksi Presiden Prabowo Subianto, kementerian dan lembaga diarahkan untuk melakukan pemangkasan anggaran.

Bendahara Negara menjelaskan, sebanyak 40.030 penerima beasiswa tetap akan menerima hak mereka. Puluhan ribu mahasiswa itu merupakan penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan, Beasiswa Pendidikan Indonesia di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Beasiswa Indonesia Bangkit di bawah Kementerian Agama. 

“Beasiswa yang sedang berjalan, yaitu 40.030 siswa beasiswa penerima LPDP, Beasiswa Pendidikan Indonesia dan Beasiswa Indonesia Bangkit, juga tetap berjalan sesuai dengan kontrak beasiswa yang sudah dilakukan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 14 Februari 2025. 


Selain itu, Sri Mulyani juga memastikan beasiswa Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah tidak mendapatkan pemotongan anggaran. Sri Mulyani mengatakan anggaran sebesar Rp 14.698.000.000.000 untuk KIP tetap akan tersalurkan. "Anggaran tersebut tidak terkena pemotongan dan tidak dikurangi," katanya.

Menurut Sri Mulyani, penerima beasiswa KIP untuk tahun anggaran 2025 adalah sebesar 1.040.192 mahasiswa. Semua penerima yang sudah terdaftar itu, kata dia, akan menerima manfaat secara penuh.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa tidak akan ada pemangkasan anggaran untuk tunjangan pegawai, tunjangan dosen, maupun beasiswa mahasiswa. 

Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan dari total anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp 56,6 triliun, sebagian besar sudah dialokasikan langsung untuk perguruan tinggi dan mahasiswa penerima beasiswa. (Ganesha) 













0 Komentar