Aspirasi Purbalingga — Keprihatinan terhadap musibah kemanusiaan akibat gempa bumi yang menimpa masyarakat di wilayah timur, yakni Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan menggerakkan peserta karnaval dari SMK Negeri 1 Bukateja untuk merenung sejenak di arena yang hingar bingar perhelatan Purbalingga Carnaval 2026 di alun-alun kabupaten Purbalingga, Sabtu (22/8/2026). Di panggung kehormatan salah satu peserta didik SMK Negeri 1 Bukateja melantunkan irama lagu Gugur Bunga melalui sentuhan jemari di atas dewai biola.
Lantunan lagu Gugur Bunga seolah menjadi jeda dari riuh rendahnya ratusan peserta yang mayoritas mengusung keseruan-keseruan bernada hingar bingar dan kegembiraan. Saat dawai biola menyibak suasana panggung kehormatan, suasana menjadi hening, ribuan pengunjung tertunduk, seolah ikut merasakan betapa sedih dan pedihnya melihat korban berguguran di medan perang maupun di lakasi musibah.
Sementara itu, di belakang pelantun lagu Gugur Bunga, puluhan siswa-siswi SMK Negeri 1 Bukateja lainya melengkapi dengan beberapa atraksi, dan memamerkan hasil karya dari masing-masing jurusan. Ada yang menari, ada yang menegangkan busana Carnaval, dan juga mengusung berbagai properti sesuai jurusan.
Purbalingga Carnaval 2026 diikuti 80 kontingen yang terdiri dari TNI-POLRI, OPD, Instansi, Sekolah, Kecamatan, BUMD, dan Obyek Wisata dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya dan beraneka corak dan warna caosteem yang disesuaikan.
“Purbalingga Carnival ini diagendakan oleh Pemkab Purbalingga untuk menghibur dan memeriahkan HUT Kemerdekaan,” ungkap Bupati Fahmi Muhammad Hanif.
Fahmi mengakui pelaksanaan Purbalingga Carnival 2026 masih menjadi bagian dari proses pengembangan. Persiapan yang relatif singkat membuat sejumlah aspek belum dapat dimaksimalkan. Namun, ia melihat adanya perkembangan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Ini embrio awal. Persiapannya juga relatif mendadak dan belum terlalu banyak waktu. Tetapi mudah-mudahan pada Purbalingga Carnival selanjutnya bisa jauh lebih maksimal dan lebih baik lagi. Alhamdulillah, kami melihat banyak perkembangan dibandingkan carnival sebelumnya,” kata dia.
Selain menjadi ruang hiburan dan ekspresi seni, Fahmi menilai Purbalingga Carnival memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Pergerakan masyarakat selama kegiatan berlangsung turut memberikan efek berantai bagi pelaku UMKM dan pedagang.
“Alhamdulillah, Purbalingga Carnival juga memberikan manfaat terhadap perekonomian di Kabupaten Purbalingga, khususnya multiplier effect bagi UMKM, pedagang, dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.(Amir)




0 Komentar