Kisah Haru Rasnoto: 20 Tahun Jadi Kadus, Bagi Air Bersih Pakai Uang Pribadi, Kini Didorong Jadi Kades Bedagas

 


Aspirasi Purbalingga
- Suasana haru menyelimuti pendaftaran Pilkades Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Kamis (8/10/2026). Ratusan masyarakat dan simpatisan tumpah ruah mengarak seorang tokoh yang telah mengabdi 20 tahun sebagai Kepala Dusun (Kadus), Rasnoto, menuju Sekretariat Panitia.

Bursa Pilkades Bedagas sendiri dipastikan hanya akan diikuti dua calon, dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) lebih dari 3.900 pemilih. Rasnoto akan bertarung head-to-head melawan mantan kades terdahulu.

Arak-arakan ratusan warga yang membawa poster dan bendera inilah yang menjadi bukti cinta warga kepada Rasnoto. Ia bukan sekadar Kadus, di mata warga ia adalah tokoh yang dituakan.

Tak heran, Rasnoto sering dipaelari / diminta masyarakat untuk menjadi pelamar atau sebagai perwakilan dalam pernikahan.

Menjadi juru bicara lamaran adalah simbol kepercayaan tertinggi warga terhadap tutur kata, wibawa, dan kejujuran seseorang. Kepercayaan adat inilah yang menjadi modal moral terbesarnya.

Kepada Aspirasi media, Rasnoto mengaku terharu melihat antusiasme ratusan warga yang mengiringinya.

"Sudah 20 tahun saya menjadi Kadus, mengabdi di satu wilayah dusun saja. Saya ingin lebih fokus dan lebih luas jangkauan dalam pengabdian, bukan hanya di 1 Kadus namun untuk 1 Desa Bedagas secara keseluruhan. Terima kasih untuk ratusan warga dan simpatisan yang sudah mengantarkan saya hari ini," ujar Rasnoto.


Visi yang ia usung jelas: Membawa Desa Bedagas lebih maju, lebih baik lagi, dan lebih transparan dalam segala hal.


Modal Sosial, Bukan Modal Uang

Ada alasan kuat mengapa ratusan warga rela berjalan kaki mengaraknya di bawah terik matahari.

Selama ini, Rasnoto dikenal aktif membantu warga dengan modal sendiri, terutama dalam distribusi air bersih saat musim kemarau panjang melanda Bedagas. Saat warga kesulitan air, ia turun langsung membeli dan membagikan air bersih dari rumah ke rumah.

"Termasuk kepedulian kepada masyarakat yang sakit dan membutuhkan. Semua saya lakukan dengan modal sendiri, ikhlas membantu. Alhamdulillah dari situ banyak masyarakat yang tergerak dan mendorong saya untuk ikut mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Bedagas," ungkapnya.

Dari juru bicara pernikahan, pengantar air bersih saat kekeringan, hingga penolong warga sakit, semua dilakukan tanpa pamrih. Aksi tulus inilah yang akhirnya menjadi gelombang besar dukungan.

Dengan DPT lebih dari 3.900 pemilih, hanya 2 calon yang bertarung, dan dukungan ratusan simpatisan yang mengarak saat pendaftaran, Pilkades Bedagas 2026 dipastikan akan menjadi pertarungan yang menarik di Kecamatan Pengadegan.(Ganesha)

0 Komentar