Majlis Ngabari Kanca Salurkan 76.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kekeringan

Aspirasi Purbalingga – Majlis Ngabari Kanca (Ngaji Bareng Ala Santri), Sebuah forum pengajian berbasis kajian kitab kuning yang hadir setiap Jum’at malam, para pengurusnya tergugah untuk peduli terhadap musibah krisis air akibat kemarau panjang ini. Kepedulian tersebut diwujudkan dengan penyaluran air bersih kepada sejumlah titik yang terdampak krisis air bersih.

“Total 76.000 liter air bersih yang sudah didistribusikan kepada warga terdampak. Sementara ini baru merambah ke tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Mrebet yang terdiri dari Desa Sangkanayu, Binangun, Pengalusan. Kemudian Keamatan Bojongsari yang teridi dari Desa Bojongsari, Metenggeng, Pekalongan, dan Bumisari. Sedangkan Kecamatan Kejobong baru Desa Gumiwang,” ungkap Jatu Pramono, Juru Bicara Majkis Ngabari Kanca kepda media, Jum’at (16’10/2026)

Jatu menjelaskan, pengiriman air bersik kepda warga terdampak terjadwal sesuai dengan permintaan warga yang mengisi list permohonan yang diumumkan melalui whatapp group Majlis Ngabari Kanca. Berdasarkan pengisian list tesebt, pihak majlis melkukan eksekusi satu persatu titik rawan dan krisis air bersih yang diajukan. 

“Pengiriman berdasar permintaan, termasuk dari jamaah majlis ngabari kanca,” jelasnya.

Menurut Jatu, distribusi bantuan air bersih akan terus berlangsung sepanjang masih ada permintaan, maupun berdasarkan pemantauan tim yang melakukan investigasi terhdap titik-titik yang berpotensi rawan dan krisis air bersih. 

“Saat ini tim penyaluran air beris dari majlis masih melakukan pemetaan sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih. Agar distribusi merata dan tidak tumpeng tindih,” ujarnya.

Semnetara itu, Kyai Ismun, selaku pendiri majlis mengatakan, pihaknya masih membukapeluang bagi warga atau jama’ah majlis yang mebutuhkan pasokan air bersik di lingkungannya. Sedang menurutnya, kegitan peduli bencana kekeringan akibat kemarau tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial Majlis Ngabari Kanca tanpa mengurangi jadwal kegiatan ngaji yang sudah berjalan hampir 3 tahun ini.

“Ini wujud kepedulian teman-teman di majlis terhadap kondisi alam di kabupaten Purbalingga yang sedang terjadi kekeringan di sejumlah wilayah. Yang kita utamanakan memang yang sudah melakukan permohonan melalui list di whatsapp Grup Majlis. Tapi tidak menutup kemukinan ke daearah-daerah krisi air bersih yang lain,” ungkap Kyai Ismun.

Majlis Ngabari Kanca merupakan majlis pengajian umum berbasis kajian kitab kuning sebagaimana pengajian yang berlaku di pesantran pada umumnya. Majlis tersebut juga merupakan gagasan sejumlah alumni Pondok Pesantren Ploso dan teman-teman Wartawan yang bernaung di Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) Kabupaten Purbalingga. 

“Dulu pengajian betempat di Kedai Pojok Taman Kota Usman Janatin. Sekarang pindah ke halaman Mabes LVC Bancar, Purbalingga Wetan,” pungkasnya.(Amir)

0 Komentar